Langsung ke konten utama

Corona, Hikmah atau Musibah?

Tahun 2020 Bumi seolah lumpuh akibat Virus kecil ganas yg bernama Covid 19 atau lebih dikenal dengan Corona. Tak terbayangkan awal Tahun 2020 akan terjadi hal seperti ini, Aku kira tahun ini Negara-negara maju akan berlomba-lomba mengeluarkan teknologi canggih terbarunya. kapsul terbang misalnya seperti cerita di Novel serial Bumi karya Tereliye.

Alih-alih Teknologi canggih, yang terjadi justru yang tidak pernah diperkirakan. virus Corona datang tanpa ada yg menduganya, berukuran sangat kecil namun hebat, ia dapat mengelilingi belahan bumi dengan waktu cepat seperti kilat, selain hebat virus itu juga ganas, menyerang makhluk bumi tanpa pilih-pilih, merenggut nyawa tanpa jeda.

Virus Corona mengubah kehidupan di Bumi dengan cepat, mulanya bersatu adalah simbol kemenangan berubah menjadi bersatu menyebabkan kematian.
Yang tidak menyukai rempah-rempah mendadak berlomba memburunya, yang tak senang panas-panasan mendadak setiap hari berjemur mencari sinar matahari dengan tujuan mencegah dari virus mematikan.

Selain dari itu Stigmatisasi antara satu sama lain bermunculan, mulai dari Hal keagamaan sampai hal sosial kebudayaan. Ada yg rakus sampai menimbun barang yg sedang dibutuhkan kemudian dijual seperti harga berlian, ada yg kebingungan karena kehilangan pekerjaan, ada yang tetap santai senang keluyuran, dan ada yg acuh tak merasa takut dengan dalih kematian ditangan Tuhan.

Yang memilukan Pedagang pinggiran jalan terpaksa tak berjualan, jutaan Karyawan dirumahkan, Ekonomi negara menurun tak terkendalikan. Ujian Nasional terpaksa ditiadakan.

Mendadak semua menjadi serba-serbi online. Tidak hanya belanja online tapi kini belajar, diskusi, rapat, seminar, ujian sidang skripsi bahkan wisuda diadakan secara online.

Tak lagi terlihat mobil ramai di jalan yang membuat kemacetan, tak lagi terdengar suara bunyi klakson berebut jalan tak sabaran, tak lagi terasa luapan polusi bertebaran, dan tak lagi terlihat sampah banyak berserakan.

Jauh dari pada itu rumah yang terbiasa lengang sepi seperti tak berpenghuni kini ramai dengan suara sahut-sahutan sendok garpu menyentuh piring, suara televisi beradu antar rumah, keluarga tiap penghuni rumah bertemu tatap muka setiap waktu dengan sedikit jeda.

Yang demikian seolah Tuhan sedang menghukum namun juga memberikan hadiah kepada manusia. Jadi sebenarnya Corona, Hikmah atau Musibah?

~Ra Awaliyah..
Sabtu, 20-06-20

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf Untuk Sahabat

Sepuluh Januari dua ribu dua satu Adalah hari penantianmu Hari yang akan terasa sangat membahagiakan untukmu Hari dimana kau akan memiliki status baru Sepuluh Januari dua ribu dua satu Pandemi belum juga berlalu Maaf, terpaksa aku memberi kabar baru Bahwa aku tak bisa menjadi saksi hari bahagiamu. Sepuluh Januari dua ribu dua satu Hujan terus mengguyur bumi Sahabat andaikan kau tahu isi hatiku Mungkin, aku tak akan membuat puisi aneh ini Sepuluh Januari dua ribu dua satu Andaikan Burok itu tak hanya untuk Nabi Andaikan pintu Doraemon itu nyata Andaikan sajadah terbang Aladin dapat disewa Mungkin, Aku akan melesat pergi dan menemuimu Sepuluh Januari dua ribu dua satu Tak ada kata yang pantas terucap untukmu Selain kata, selamat menempuh hidup baru Semoga kau selalu bahagia bersama pilihanmu Sepuluh Januari dua ribu dua satu Sahabat, semoga kau sudi memaafkanku Tak ada maksud untuk ingkar janji Tetapi, keadaan yang menolakku untuk pergi

Tentang Jodoh dan Pernikahan

Menginjak usia yang hampir seperempat abad memang selalu digadang-gadangkan untuk menikah. Setiap pembahasan tak jauh dari kata lamaran atau pernikahan. Ketika teman telah menikah timbul berbagai macam pertanyaan kapan akan menikah atau kapan akan segera menyebar undangan. Jodoh dan pernikahan memang penuh misteri. O rang yang telah memiliki kekasih hati tak semua berujung pernikahan. yang telah direncanakan dari jauh hari tak sedikit berakhir menyakitkan.  Diam-diam tiba-tiba sebar undangan. Merasa belum siap terkadang dipinang duluan. Berucap tidak cinta tapi berujung pelaminan. Enggan buru-buru menikah tapi terikat perjodohan. Ingin segera menikah tetapi jodoh tak kunjung datang. Pernikahan seolah menjadi ajang balapan. yang sudah menikah seolah merasa aman dari pertanyaan dan yang belum menikah merasa ketakutan karena ejekan. Kalimat stereotip akhirnya bermunculan membuat perempuan merasa tersudutkan. Jodoh dan pernikahan adalah Takdir Ilahi yang tak bisa dipungkiri. Setiap ...