Langsung ke konten utama

Tentang Jodoh dan Pernikahan

Menginjak usia yang hampir seperempat abad memang selalu digadang-gadangkan untuk menikah. Setiap pembahasan tak jauh dari kata lamaran atau pernikahan. Ketika teman telah menikah timbul berbagai macam pertanyaan kapan akan menikah atau kapan akan segera menyebar undangan.

Jodoh dan pernikahan memang penuh misteri. Orang yang telah memiliki kekasih hati tak semua berujung pernikahan. yang telah direncanakan dari jauh hari tak sedikit berakhir menyakitkan.  Diam-diam tiba-tiba sebar undangan. Merasa belum siap terkadang dipinang duluan. Berucap tidak cinta tapi berujung pelaminan. Enggan buru-buru menikah tapi terikat perjodohan. Ingin segera menikah tetapi jodoh tak kunjung datang.

Pernikahan seolah menjadi ajang balapan. yang sudah menikah seolah merasa aman dari pertanyaan dan yang belum menikah merasa ketakutan karena ejekan. Kalimat stereotip akhirnya bermunculan membuat perempuan merasa tersudutkan.

Jodoh dan pernikahan adalah Takdir Ilahi yang tak bisa dipungkiri. Setiap orang pasti menginginkan pernikahan terlebih menikah adalah ibadah. Tetapi harus disadari bahwa Setiap orang punya masanya sendiri. Ada yang menikah tahun ini dan ada yang menikah tahun yang akan datang lagi. Berhentilah memberi pertanyaan tanpa memberi solusi.

Pernikahan tidak bisa dilakukan karena ikut-ikutan teman atau sedang musiman. Pernikahan tidak bisa dilakukan karena penasaran atau paksaan. Pernikahan jangan sampai dilakukan karena merasa kesepian atau tak punya teman untuk bepergian.

Pernikahan tak seperti tahu bulat yang digoreng dadakan. Pernikahan adalah ibadah terpanjang, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang.


Komentar

  1. Sepakat,,karna kita punya garis edarnya masing" gak sama dan gak kan sama,takdir kita dengan takdir sodara kita lainnya,,semoga kita selalu berprasangka baik pada Allah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berdamai Dengan Diri

Ada yang paling sulit untuk di ajak Kompromi, sebuah pertanyaan kemudian muncul, Siapa? Orang tua? Suami? Anak? Pacar? Saudara? Tetangga?, jawabannya bukan di antara mereka, tetapi yang paling sulit untuk di ajak kompromi adalah diri kita sendiri. Dengan mudahnya diri kita memberikan saran kepada orang lain, tetapi begitu sulit memberi saran untuk diri sendiri, tak sedikit pergolakan kemudian terjadi. Begitu mudah menyayangi orang lain, kemudian memberi perhatian, mencari tahu tentang hal yang disukainya, lalu abai untuk menyayangi diri sendiri, Abai memperhatikan diri sendiri. Senang membanggakan orang lain, menyebutnya hebat, lalu kemudian memberikan semangat, tetapi lupa untuk membanggakan diri sendiri. Tak jarang seseorang merasa bahwa dirinya tak bisa diandalkan, tak ada yang bisa dibanggakan. Kita tak menyadari, bahwa hal yang harus dibanggakan tidak melulu soal peningkatan yang terjadi dalam hidup. tetapi kuat dan sabar melewati problematik hidup juga hal yang harus dibanggakan...

Corona, Hikmah atau Musibah?

Tahun 2020 Bumi seolah lumpuh akibat Virus kecil ganas yg bernama Covid 19 atau lebih dikenal dengan Corona. Tak terbayangkan awal Tahun 2020 akan terjadi hal seperti ini, Aku kira tahun ini Negara-negara maju akan berlomba-lomba mengeluarkan teknologi canggih terbarunya. kapsul terbang misalnya seperti cerita di Novel serial Bumi karya Tereliye. Alih-alih Teknologi canggih, yang terjadi justru yang tidak pernah diperkirakan. virus Corona datang tanpa ada yg menduganya, berukuran sangat kecil namun hebat, ia dapat mengelilingi belahan bumi dengan waktu cepat seperti kilat, selain hebat virus itu juga ganas, menyerang makhluk bumi tanpa pilih-pilih, merenggut nyawa tanpa jeda. Virus Corona mengubah kehidupan di Bumi dengan cepat, mulanya bersatu adalah simbol kemenangan berubah menjadi bersatu menyebabkan kematian. Yang tidak menyukai rempah-rempah mendadak berlomba memburunya, yang tak senang panas-panasan mendadak setiap hari berjemur mencari sinar matahari dengan tujuan mencegah d...