Langsung ke konten utama

Postingan

Selamat Hari Ibu

Bagaimana Shubuh mu masih dibangunkan Ibumu? Bagaimana shalatmu masih harus diingatkan Ibumu? Ibu memang Multitasking, segalanya dia mampu melakukan, Ibu semoga tidak ada rasa kepedihan setelah aku lahir ke Dunia ini. Tak pernah berhenti bersyukur aku terlahir dari seorang ibu yang 'religius', dari sejak kecil sampai sekarang selalu diajarkan sebaik mungkin tentang Agama dari mulai SD hingga jenjang Kuliah tak lepas dari belajar ilmu Agama. Jenuh? Itu pasti, tetapi semua sangat terasa manfaatnya. Ibu mana yang ingin melihat anaknya masuk Neraka?, Selain sebagai jembatan untuk ke Surga, ilmu Agama menjadikan Iman seseorang meningkat, dan Iman adalah sebaik-baik tameng kehidupan. Ada orang yang tega membunuh anaknya sendiri, ada orang yang ingin bunuh diri, ada orang yg mencuri, ada orang yang mengeluh tiada henti, itu karena mereka lemah Iman. Betapa pentingnya Iman dalam kehidupan, ketika diberi Ujian sangat berat, hilang semangat, imanlah yang akan membangkitkan. ketika ha...

Allah Sang Penguasa Takdir

Di Tepi teras Mushola pinggir kota, aku mendengar suara samar-samar perbincangan dua orang wanita, niat hati berdandan muka, tapi apalah daya aku tak bisa mencegah telingaku untuk tak mendengarnya, ingin rasanya aku meminta maaf kepada kedua orang itu karena tak sengaja telah lancang mendengarkan pembicaraannya, tetapi pembicaraannya terlanjur ku dengar, lagi pula Mushola ini adalah tempat umum jadi bisa saja bukan hanya aku yg mendengarnya. "siapa yg sakit?, " tanya seorang wanita paruh baya kepada wanita di depannya. "Saya bu," jawab wanita itu sambil tersenyum pilu. "sakit apa?," tanya nya semakin penasaran " Kanker payudara," jawabnya lirih dengan bergelimang air mata. "Sudah berapa bulan usia kehamilannya?, " Tanyanya sambil melihat bayi dalam kandungan perut wanita di depannya. "Menginjak usia enam bulan bu," Mendengar pembicaraan kedua wanita itu hatiku langsung terenyuh, ku lihat ibu hamil itu ku tatap sembaran...

Uang 2000

Selama ini aku selalu menganggap uang 2000 adalah uang yg bernilai kecil, terutama ketika aku hidup diperantauan yg jelas merupakan daerah perkotaan, ekonomi serba mahal, uang 2000 untuk membeli setengah bungkus nasi uduk pun masih kurang. Terkadang aku juga sering menggeletakan asal uang 2000 di atas lemari ku ketika aku masih merantau, aku terlalu menganggap uang itu bernilai kecil, hingga aku menyepelekannya. Sore itu aku berniat mengantarkan kue buatan nenek ke rumah bibi yang kebetulan letak rumahnya tidak jauh dari rumahku, cukup menghabiskan kira-kira 7 menit untuk tiba dirumah bibiku. Aku mengetuk mengucap salam, lalu bibiku membukakan pintu dan menyambut ku ramah. Kami berbincang-bincang sebentar sambil mengasuh dan bercengkerama dengan dede bayi. Oh iya aku hampir lupa, beberapa bulan terakhir bibiku mengasuh anak adiknya karena ibunya terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Ketika aku asyik bercengkerama dengan bibi dan dede bayi, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu sambil menggendon...

Ayah dan calon Imam

Kisah Nabi Syu'aib dan Nabi Musa sangat cocok dalam tema ini. ketika itu Nabi Musa melihat 2 orang perempuan yang akan mengambil Air lalu ditempat pengambilan banyak anak pemuda yang kemudian membuat mereka kebingungan untuk mengambil air tersebut, lalu Nabi Musa melihat kedua perempuan tersebut dan menolongnya mengambil air hingga penuh, kemudian membawakan dan mengantarkan kedua perempuan tersebut pulang. Nabi Musa berkata "biar saya yg berjalan didepan" kedua perempuan itu mengiyakan. Nabi Musa melakukan itu bukan semata-mata dia tidak mau direndahkan oleh perempuan tetapi dia menyadari bahwa kedua perempuan itu bukanlah Mahramnya sehingga dikhawatirkan jika kedua perempuan itu berjalan didepan Nabi Musa, maka akan terlihat lekak-lekuk tubuhnya dan menimbulkan syahwat. Kedua perempuan itu adalah putri dari Nabi Syu'aib, salah satu perempuan itu berkata kepada ayahnya. "Ayah, angkatlah pemuda itu sebagai menantumu karena aku yakin dia akan menjadi Imam yg ...

All about persepsi

All about persepsi.. Bulan ramadhan ini bulan mulia, bulan dimana orang-orang berlomba-lomba dalam kebaikan, bulan dimana maraknya lantunan suara al-qur'an, bulan yang orang-orang berbondong ke masjid untuk melaksanakan tarawih.. Berbicara mengenai sholat tarawih. ada seorang ustadz misalnya yang pada waktu tarawih dia tak pernah terlihat di masjid.. Bagaimana persepsi anda??? Sebagian orang akan mempunyai persepsi sang ustadz tak pernah melaksanakan tarawih.. Namun pada kenyataannya ternyata ustadz itu selalu melaksanakan tarawih dirumah. Kemudian ada orang yang bertanya "Kenapa tidak tarawih di masjid??" Ustadz kemudian menjawab. "Banyak anak kecil yang berlalu lalang ketika saya sholat, banyak anak kecil yang suaranya mengganggu kekhusyu'an sholat saya" Misalnya lagi ada sekelompok A bagi-bagi sembako ketika musim pencalonan, pas banget yang bagi2in itu memakai baju "tertentu". Kira-kira sampe sini apa persepsi kita?? "Wah nyogok...